bermuara dijiwaku
kutertawakan semua
keadaanmu
sampai kau bilang carikanlah
aku sekuntum mawar..
Yang indah dan sederhana
aku masih tak percaya
kau kah itu pemujanya?
Tapi entah mengapa
tatapanmu memberi seribu tanda
bahkan semua yang menjadi reka reka seakan jadi nyata di jiwa
dan ku tak tahu mengapa
jejakmu jadi teramat dekat dengan jejakku
bahkan tanpa kusadari
kau menjadi bagian hati
yang kadang kusenyumi
kadang pula kutangisi
kau berubah jadi pelangi
dalam hujan dini hari
berubah jadi matahari
dalam dingin tak terperi
dan ku tiba tiba berharap
akulah mawar yang kau cari
meski itu hanya senandung mimpi
yang bergulir jatuh
dibalik senyum lukaku
diantara kata maaf itu...
View Comments
Tidak ada komentar:
Posting Komentar